Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?

Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?
 Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?


Blog || Ada sebagian orang dengan bangga menyatakan menulis baginya bukan untuk tujuan komersial. Ia cuma ingin  menyalurkan hobi atau idealisme, katanya.


Sebagian lagi menyatakan, menulis hanya untuk menyumbangkan gagasan dan pemikiran bagi masyarakat. Bukan demi uang.


Dan sebagian lagi pernah saya dengar menyebutkan, menulis baginya karena ingin mendidik masyarakat melalui tulisan. Atau seperti kata salah seorang teman saya, ia menulis hanya karena ingin berdakwah. Juga bukan karena bertujuan mencari uang.


Menurut saya, sikap-sikap seperti disebutkan di atas itu tidaklah keliru seratus persen. Siapa saja boleh memasang sikap dan pendapatnya sesuai dengan yang diyakininya.


Tetapi dari pengalaman juga membuktikan penulis yang mendasarkan keinginan menulis hanya dari idealisme saja, tidak akan pernah bertahan lama. 


 Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?

Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?
 Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?

Ada dua hal yang bisa ditarik dari sikap penulis semacam itu.

1. Ia menyatakan tidak suka pada uang.Langsung atau tidak. 


2. Ia Menganggap idealisme adalah sikap yang sangat mulia


Dari kenyataan itulah maka timbul pelanggaran hukum alam. Begini:


Siapa pun yang menjalani kehidupan pasti dituntut untuk mempunyai sikap ideal, tetapi ia juga harus menjalankan kehidupan yang bersifat praktis. Intinya seseorang itu harus tahu kapan ia ber-idealisme dan kapan pula harus bersikap praktis.


Selain itu selalu ada fakta yang menjadi watak dasar kita sebagai manusia adalah selalu menginginkan barang-barang yang bersifat materi atau kebendaan. Materi atau kebendaan dalam kehidupan kita paling banyak bisa diwujudkan adalah dengan uang.


Jadi kalau hampir semua orang butuh uang,  saya pikir wajar-wajar saja. Memang begitu faktanya sebab kita memang butuh bertahan hidup dengan benda-benda yang kita perlukan tadi.


  • Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?


Satu fakta lain yang tidak bisa dibantah adalah motivasi terbesar yang mampu menggerakkan orang untuk melakukan perbuatan tertentu adalah adanya iming-iming berupa uang.


Karena itu jika kita terlalu megedepankan idealisme saja kita akan ditinggal oleh dunia dan lingkungan bahkan oleh benda-benda yang kita butuhkan. 


Selain itu kalau orang sudah menyatakan tidak suka pada uang, maka logikanya adalah orang itu tidak mungkin akan bisa memiliki uang, sebab kita tidak bisa memiliki sesuatu yang kita sendiri tidak suka.


Buntutnya kalau kita tidak butuh uang, kita akan kehilangan salah satu motivasi yang cukup besar. 


Kalau kita kehilangan motivasi, maka sedikit demi sedikit habis juga motivasi lainnya, bahkan bisa  seluruhnya hilang. Kalau sudah demikian halnya, tak ada lagi yang bisa atau yang mampu kita kerjakan.


Menulis Karena Idealisme Atau Demi Uang?


Sebab sekecil apapun pekerjaan, ia selalu butuh motivasi sebagai alat pendorong untuk maju terus dan menyelesaikan pekerjaan kita.


Kesimpulannya kita memang harus selalu memelihara idealisme tetapi kita juga harus pintar membuat idealisme itu menjadi sesuatu ayng praktis dalam kehidupan. Misalnya mengubah idealisme  menjadi uang. 


Jadi tetaplah menulis sebagai ajang mewujudkan idealisme Anda kemudian menjualnya menjadi uang. Sebab menulis juga membutuhkan kertas yang harus dibeli dengan uang. 


Atau sebaliknya: kita mencari uang tanpa harus kehilangan idealisme.


Salah seorang mahasiswa pernah dengan gagah menyatakan ia menulis tidak pernah berharap mendapatkan honorarium. 


Dimuat, katanya, adalah kepuasan tertinggi, katanya. Saya jawab, bagus. Teruskan saja! Tetapi tidak sampai enam bulan tulisan-tulisannya lenyap dari media di mana ia biasa menulis.

Saya pikir, siapa mau kerja bakti terus-terusan tanpa digaji. Sekali duakali bolehlah, tetapi terus menerus, siapa yang tahan? Jadi kalau Anda menulis dan berharap mendapatkan honorarium, berbanggalah. Karena artinya Anda normal. 


Mendapat uang bukan keburukan. Sekalipun Anda mengatakan uang adalah sumber kejahatan, tetap saja uang yang Anda peroleh selalu akan  berguna juga.

LihatTutupKomentar